SAPE HEBAT
Man : Bapa aku hebat. Dia polis. Semua orang takut ngan dia.
Ali : Eleh, bapa aku lagi terer. Kalau dia suruh orang tunduk, mesti orang tu tunduk.
Man : Wow! Bapa kau keja apa?
Ali : Tukang gunting rambut.
KELAS BI
Ayah : Apasal B.I kamu nie asyik dapat kosong jer...! Apasal hah?
Anak : Eh, ayah! Tu bukan kosong. Tadi cikgu adik dah kasi bintang banyakkat bebudak lain. Ada dapat 5 bintang la, 4 bintang la. Bila turn
adikjer, bintang dah abis. Sebab tu cikgu bagi kat adik bulan.
SUDU
Doktor : Encik kena ambil 3 sudu ubat ni setiap hari.
Pesakit : Eh! tak boleh la doktor.
Doktor : Kenapa?
Pesakit : Rumah saya ada dua sudu jer.
MAYAT
Cikgu : Hasan,sambungkan 2 ayat ini menjadi satu. 'Ali menaiki basikal ke sekolah. Ali ternampak mayat.'
Hasan : Ali ternampak mayat menaiki basikal ke sekolah.
TIRU
Cikgu : Encik,anak awak didapati meniru Ali dalam exam.
Bapa : Apa bukti awak?
Cikgu : Encik tengok soalan nombor 4 nie. Siapakah menemui Pulau Pinang?Seman tulis "Saya tak tahu"dan anak encik tulis "Kalau engkau tak
tahu, aku lagi la tak tahu".
DOKTOR
Suatu petang datang seorang lelaki berumur ke kelinik ENT, kerana telinganya di masuki biji kacang hijau semasa dia membeli barang dapur di
pasar.
Doktor : "Selamat petang..."
Pesakit : "Selamat petang Doktor!"
Doktor : " Ada masaalah apa ...?"
Pesakit : "Telinga saya dimasuki biji kacang hijau, Doktor..."
Doktor : "Biar saya periksa telinga anda!"
setelah diperiksa....
Doktor : " Ada2 cara untuk mengeluarkan biji tersebut..."
Pesakit : "Apa caranya doktor?"
Doktor : "Pembedahan kecil kosnya 2 ribu ringgit dan pilihan kedua pula percuma..."
Pesakit : "Mahal sangat Doktor, kalau yang percuma bagaimana?"
Doktor : "Yang percuma kena sabar..."
Pesakit : "Baik, saya sabar, dan bagaimana caranya...?"
Doktor : "Anda sirami telinga anda 2 kali sehari dan nanti jika sudah jadi tauge' anda tinggal tarik keluar."
Pesakit : "Huh
p/s
Mulai hari dengan senyuman, kerana senyuman adalah ubat. Jangan
tension2.
Thursday, August 27, 2009
Wednesday, August 12, 2009
Antara michael jackson & marwa al-sharbini
Sedih. Miris. Itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan pemakaman the King of Pop, Michael Jackson yang begitu gegap gempita di televisi-televisi kita sepanjang hari kemarin. Beberapa stasiun tv bahkan bela-belain menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat Indonesia yang rela menahan kantuk demi menyaksikan acara itu.
Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa.

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya.
Marwa ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa
berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan kaparat keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.
Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita kemarin cuma dijejali dengan pemberitaan seputar pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangis kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa … karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya. Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …
( copy dr sumber kawan2 )
Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa.

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya.
Marwa ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa
berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan kaparat keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.
Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita kemarin cuma dijejali dengan pemberitaan seputar pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangis kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa … karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya. Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …
( copy dr sumber kawan2 )
Subscribe to:
Comments (Atom)